Kamis, 11 Agustus 2011

Fakta dan Mitos Tentang Makanan yang Umum Kita Konsumsi

Mau sehat tuh sebetulnya mudah kok. Yang penting, kita menjaga betul gaya hidup dan pola makan sehat. Jangan merokok, jangan stress, dan lain-lain serta konsumsi makanan sehat.

Soal makanan sehat, lucunya nih sering dikait-kaitkan dengan mitos nggak penting, yang terlanjur beredar di masyarakat, yang akhirnya mengubah persepsi kita terhadap kata ‘sehat’ itu.

Yuk, kita coba temukan manfaat sesungguhnya dari beberapa makanan kesukaan yang membuat kita sehat…
 
Nanas dan Pisang
Mitos: Menimbulkan rasa tak nyaman pada alat reproduksi cewek. 

Fakta: Salah besar! Yang benar, nanas dan pisang mengandung zar-zat tertentu yang dibutuhkan tubuh. Kandungan vitamin C dan kalium pada pisang ampuh untuk menahan jumlah cairan dalam tubuh. So, nggak perlu takut mengkonsumsi buah-buahan sehat ini.
Daging Kambing
Mitos: Bisa menambah gairah, khususnya ke para cowok. 

Fakta: Dari hasil penelitian yang kita dapat, ternyata bukan daging kambingnya yang membuat gairah seks meningkat, melainkan rempah-rempah yang dipakai sebagai penyedap masakan. So, daging apapun yang dimasak dengan memakai rempah-rempah itu, juga bisa menambah gairah!
Telur
Mitos:
Kulit telur yang warnanya cokelat lebih bergizi.

 Fakta: Kalau diperhatiin, warna kulit telur memang beda-beda. Tapi beneran loh, nggak ada hubungannya dengan kualitas rasa dan kandungan nutrisinya.
Gula
Mitos: Mengkonsumsi gula berlebihan bisa kena diabetes. 

Fakta: Penderita diabetes, harus memperhatikan asupan gula dan karbohidrat dalam tubuh agar kadar gula dalam darahnya tetap terjaga. Namun, kita nggak perlu takut mengkonsumsi gula karena penyebab penyakit diabetes adalah karena makanan tinggi kalori, kegemukan, dan olahraga nggak teratur.
Susu
Mitos: Susu rendah lemak lebih sehat dari susu berlemak. 

Fakta: Keduanya punya nutrisi yang sama. Bedanya, susu rendah lemak punya kandungan kalsium lebih banyak. Tapi, kalau masalah kalsium kan bisa dipenuhi dari sumber makanan lainnya.
Air Kelapa Hijau
Mitos:
Bisa menyuburkan rambut.

 Fakta: Elektolit yang dimiliki air kelapa hijau memang bikin badan tetap sehat dan bugar, tapi nggak akan menambah jumlah rambut di kepala kita.
Kacang
Mitos: Kacang memicu timbulnya jerawat diwajah. 

Fakta: Kacang-kacangan memiliki kalori tinggi. Kalau dikonsumsinya nggak berlebihan sih, sangat baik untuk tubuh karena mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda. So, kalau berlebihan, memang bisa menyebabkan timbulnya jerawat.
Daging Merah
Mitos:
Nggak bagus buat kesehatan.

 Fakta: Memang, daging merah bisa meningkatkan resiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuh di dalamnya. Namun nyatanya, daging sapi sirloin yang yummy… kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit dari daging ayam dengan kulitnya. Biar lebih aman, makanlah daging sapi tanpa lemak supaya nggak menambah kadar lemak jenuh dalam tubuh kita.
Tempe
Fakta: Makanan yang mampu melawan radikal bebas. Selain itu, tempe mampu menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes, kanker, dan lain-lain. Tempe juga punya zat anti bakteri penyebab diare, mampu menurunkan kolesterol dalam darah, mencegah penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya.
Pare
Fakta: Berdasarkan penelitian pakar kesehatan di USA, terbukti kalau pare bisa membantu melawan AIDS. Senyawa sejenis protein alpha-momochorin atau MAP-30 yang ada di dalam pare, mampu menghambat virus HIV penyebab AIDS. Penelitian ini juga diperkuat dengan keberhasilan seorang pasien AIDS yang kekebalan tubuhnya meningkat pesat setelah diberi ekstrak pare selama tiga bulan.
Cokelat
Mitos: Kalau lagi stres, bagus banget kita mengkonsumsi cokelat karena mampu mengembalikan mood.

Fakta: Betul banget, cokelat mampu meningkatkan mood karena bisa merangsang otak untuk memproduksi serotonin yang berfungsi sebagai mood booster kita. Kandungan antioxidant-nya juga mampu melawan penyakit jantung dan kanker.
Keju
Fakta: Keju memang punya banyak kandungan lemak dan kalori, tapi juga kaya kalsium. Asam linoleic didalam keju adalah lemak baik yang bisa mengurangi resiko terkena kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Malah asam ini juga berfungsi untuk mencegah penumpukan lemak dalam tubuh kita dan membantu mengurangi berat badan.
Kopi
Mitos: Kafein dalam kopi bisa menyebabkan darah tinggi. 

Fakta: Kabar bagus untuk para pecinta kopi. Dari beberapa kali penelitian yang dilakukan, terbukti kalau kafein dalam kopi tidak memicu penyakit jantung dan darah tinggi. Justru kafein mampu menjauhkan kita dari segala macam penyakit alergi dan juga mampu meningkatkan daya konsentrasi.
Sumber: b’girl! Magazine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friends