Minggu, 10 April 2011

Jangan Malu Bergigi Tonggos, Ya...



Kayaknya, gigi tonggos emang jadi salah satu masalah serius bagi kita yang kebetulan diganjar memiliki gigi nongol. Saking khawatirnya, ibu-ibu juga sangat antusias memonitor pertumbuhan gigi anak-anaknya. Kekhawatiran semacam itu wajar aja sih, sebab itu semua demi pergaulan anak nantinya. Lalu gimana dengan kita yang sudah terlanjur memiliki bentuk gigi dengan posisi nongol ke depan saat usia telah dewasa?
Emang sih, kebanyakan kita sebenarnya nggak suka kalo kiat punya gigi nongol. Tentu saja sangat mengganggu penampilan kita kan. Kita merasa nggak PD dengan kondisi fisik kita. Hasilnya, kita bakal merasa seakan-akan memikul beban berat dan terbatas melakukan aktifitas, terutama saat berinteraksi dengan orang lain. Pikiran kita selalu diliputi rasa ketidaknyamanan yang nggak ada ujungnya. Mengapa kita yang memiliki gigi tonggos cenderung berfikir dan melakukan hal yang demikian?

Berikut alasan mengapa seseorang merasa nggak suka kalau bergigi tonggos. Setidaknya ada 5 alasan umum yang sering menjadi persoalan serius.
1.    Mengganggu penampilan.
Kita beranggapan bahwa dengan gigi tonggos, penampilan kita menjadi kurang sempurna dimata orang lain. Wajar sih, kalau kita berfikiran begitu, karena memang pada kenyataannya orang yang memiliki gigi tonggos dengan orang yang memiliki gigi normal dikatakan lebih baik yang bergigi normal. Penampilan memang sangat dibutuhkan untuk berinteraksi dengan orang. Tapi, apakah penampilan fisik adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan jati diri kita? Think positive, ya...

2.    Merasa diasingkan.
Dalam lingkup keluargapun, kita bisa saja ngerasa diasingkan dengan saudara-saudara yang lain. Belum lagi dengan pergaulan sehari-hari. Kita merasa bahwa mereka yang memiliki gigi normal selalu menganggap kita yang bergigi tonggos nggak ada dalam lingkungan mereka. Mungkin ini sering terjadi di antara kita. Kita nggak diikutkan dalam pentas seni di sekolah, atau even-even lain yang membutuhkan pentingnya penampilan. Apakah hanya karena bergigi tonggos membuat kita merasa tidak ada di dunia ini?

3.    Merasa rendah di mata orang lain.
Bergigi nongol tentu bikin kita merasa jatuh. Merasa diri kita lebih rendah dengan orang lain yang bergigi normal. Padahal sebenarnya kita ingin menunjukkan kelebihan kita. Akhirnya, kita mengurungkan niat kita untuk menunjukkan kreatifitas kita karena sudah merasa jatuh dulu. Siapa yang rugi jika terjadi demikian? Jadi, saatnya unjuk gigi.

4.    Selalu menjadi bahan ejekan.
Mungkin sudah menjadi hal biasa, kita yang bergigi tonggos sering menjadi bahan ejekan lawan bicara kita. Meski pada dasarnya cuma bercanda, tetapi belum tentu kita memiliki sifat penerima atau mudah tersentuh. Bisa-bisai, kita bakal membenci pada orang yang mengolok kita. Apakah itu akan berguna pada diri kita? Sadarkah ejekan mereka itu berlawanan dengan poin 3 di atas? Manfaatkan kesempatan.

5.    Sulit mendapatkan pasangan.
Pada usia anak-anak sekelas sekolah dasar mungkin hal ini belum terlalu dirasakan. Tetapi, lambat laun perasaan semacam ini akan muncul juga seiring proses kedewasaan kita dimana pencarian pasangan adalah suatu fase kehidupan yang menjadi sangat penting. Kekhawatiran demi kekhawatiran pun muncul dan ujungnya poin 1, 2, 3, 4, dan 5 muncul bersamaan. (Waaaach….ngeborong nich….). Eits jangan down dulu yach….santai aja lah bro...

Nah, alasan-alasan di atas tuch, aku yakin sekali pasti muncul di pikiran kita pada nomer nol di atas nomer satu. Ya khaaaan….ngaku aja dech. Terus yang muncul pada nomer 1 di bawah nomer nol apa dunk? Sudah pasti, Mengapa gigi kita tonggos? Nah, bener khan tebakanku. Ini riset pribadi loch dan belum ada referensinya, jadi ma’ap-ma’ap kate kalo salah hehehehe……

Berikut alasan-alasan mengapa gigi kita bias tonggos :

1.    Faktor Keturunan.
Ada benernya sih, kalo gigi nongol tu disebabin oleh faktor genetik. Eits… jangan down dulu yach kalo kebetulan keluarga kita memiliki genetik bergigi nongol. Kita masih bisa memperbaiki keturunan kok dengan cara menikah dengan orang yang memiliki gigi normal, he he he.... Ya kali aja bisa memperbaiki keturunan. (Emang ada yang mau ya bang kalo gigi kita nongol gini). Tenang aja, kita bahas nanti.
2.    Faktor Perilaku.
Faktor perilaku memang menjadi unsur ketidaksengajaan. Contohnya? Banyak mitos kalau aktifitas menghisap jempol tangan atau menghisap dot  bisa bikin gigi tonggos. Meskipun masih diperdebatkan juga keabsahannya. Tapi, kalau dipikir-pikir sich realistis juga. Tapi aktifitas itu tidak berpengaruh pada orang dewasa. Hal itu hanya berpengaruh pada bayi atau anak-anak yang masih mengalami perubahan pertumbuhan tulang rahangnya. Secara logik menghisap jempol atau dot, otomatis lidah akan menekan maju tulang rahang bagian atas yang memungkinkan terjadinya perubahan rahang menjadi agak maju.
Beberapa artikel juga menyebutkan kalau amandel juga bisa bikin gigi menjadi tonggos. Namun perlu pembahasan dan penelitian tersendiri mengenai ini. Betul tidaknya belum bisa dipertanggungjawabkan.

Hufff….ternyata membahas gigi capek juga yach…. Minum Jus Alpukat dulu yuk. Nich, tadi aku udah bikin tinggal santap aja.

Cling*. Setelah minum jus alpukat otak jadi fres lagi. Kita lanjutin yuk membahas seputar gigi tonggos. Tadi nomer nol dan satu kan udah muncul, sekarang giliran nomer tiga. Apakah itu? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah, Apa yang harus kita lakukan dengan gigi tonggos kita?

Menangani masalah gigi tonggos itu nggak sama lho ya sama menangani masalah kutil dan tahi lalat di wajah yang bisa dimanipulasi dengan cara mengelupasnya. Atau memesekkan hidung yang mancung (hehehe…yang ini mungkin nggak ya?). Nggak mungkin kita menangani masalah gigi tonggos dengan cara menekan-nekan ke dalam biar mau mundur barang dikit. Aku rasa itu ide yang buruk, buang-buang tenaga, pikiran dan waktu. Bisa-bisa malah rahang patah dan diamputasi (hehe…baru denger kali ini, ada rahang yang diamputasi). Lebih parahnya lagi, kalau kita sampai punya niatan bunuh diri hanya karena bermasalah dengan gigi tonggos.

Nah, berikut hal-hal praktis jawaban 5 permasalahan gigi tonggos di atas agar terhindar dari ide-ide buruk yang mungkin terjadi pada diri kita.
1.    Menjaga penampilan memang sangat penting. Namun, jika kita merasa dengan bergigi tonggos akan mengganggu penampilan, cobalah kita menghargai diri kita sendiri. Setidaknya kita masih tetap bisa berpenampilan menarik tanpa gigi normal. Apakah kita itu hidup di dunia ini hanya dengan gigi-gigi kita saja? Hehehe…nggak kan? Kita masih mempunyai mata, telinga, hidung, tangan dan sebagainya yang menjadi anggota tubuh kita. Bahkan mulut yang berhubungan langsung dengan gigi pun bisa tetap “unjuk gigi”. Kita hanya perlu menjaga dan merawat apa yang udah diberikan Tuhan sama kita. Lihat juga Cara Merawat Gigi Tonggos. Contoh kecil, orang lain akan lebih suka kepada kita yang bergigi tonggos dengan kelakuan baik daripada orang yang bergigi bagus tetapi penjahat. Nah, pilih mana? (Tapi, orang yang bergigi bagus dan sifatnya bagus juga, kan banyak juga tuch. Saingan berat dunk). Eits….salah. Kenapa yang udah baik malah dilawan?
Kesimpulannya : Kita masih memiliki banyak kelebihan untuk menunjukkan penampilan kita.

2.    Merasa menjadi alien di planet sendiri. Wah, wah, salah kelas berat tuch. Merasa asing justru akan membuat kita menjadi kelihatan bodoh. Coba aja kalo nggak percaya. Dengan merasa asing, kita akan menjadi pendiam. Nah, ini nich jawabannya. Kita merasa asing sebenarnya bukan karena kita mempunyai gigi tonggos tetapi karena kita terlalu pendiam makanya banyak teman atau relasi yang enggan berlama-lama dengan kita. Jadi, tetaplah bergaul seperti pada umumnya. Buang perasaan yang justru membebanimu. Tunjukkan bahwa kita ada dan hidup di dunia ini. Pasti tidak merasa asing lagi khaaaaan?
Kesimpulan : Tetap PD aja lagi, dengan kondisi kita.

3.    Pada dasarnya manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna seperti firman Allah dalam Al-Quran. Jadi, mengapa kita masih menganggap diri kita rendah. Jika kita merasa rendah, berarti kita menggolongkan diri ke dalam kelompok makhluk hidup rendah dunk, seperti Amoeba, cacing, dan kaktus. Hehehe…. Tenanglah, jangan punya pikiran semacam itu. Lihatlah apa yang ada dibawah kita. Tapi jangan melihat amoeba, cacing, dan kaktus ya…maksudku kita lihat saudara-saudara kita yang tak seberuntung kita. Pilih mana antara gigi tonggos dengan penyakit kanker otak, kanker darah, dan seabrek penderitaan yang mereka alami. Mereka ingin sembuh juga kan? Bersyukurlah kita masih memiliki kesehatan meski mengidap gigi tonggos. Makan pun tetap enak. Betul nggak?
Kesimpulan : Masih banyak yang tak seberuntung kita.

4.    Ejekan adalah hal yang paling banyak kita temukan dimanapun tempatnya. Namun, kita nggak perlulah menyikapinya dengan serius. Mereka yang mengejek kita sebenarnya hanya bercanda saja, nggak ada maksud untuk menyakiti. Yakinlaaaah…. Ejekan-ejekan itu ada baiknya kalau kita artikan sebagai penghormatan kepada kita. Mereka yang mengejek, justru sedang menanggap kita sebagai tokoh utama dala sebuah sinetron. Sebagai profesionist, kita sebaiknya melakukan hal yang professional. Ini adalah kesempatan kita untuk menunjukkan bahwa diri kita bahwa kita benar-benar  ada. Lihatlah orang-orang yang sukses melebihi orang-orang normal kebanyakan. Sebut saja Tukul Arwana. Beliau terkenal dengan ketonggosan giginya. Tetapi, dengan bakat-bakatnya mampu mengungguli penjual xiomay yang giginya bagus dan tampan. Hehehe….ayo kita ikuti langkah-langkah sukses mister Tukul Arwana. Tentu saja artis-artis bergigi tonggos lainnya.
Kesimpulan : Tunjukkan bakat yang kita miliki untuk menutupi kekurangan kita. Bahasa kerennya sih, "unjuk gigi"

5.    Jika kita tadi di paling atas udah ngeborong poin 1, 2, 3, 4, dan 5. Sekarang kita juga bisa ngeborong nich poin 1-5 yang terakhir ni biar cepet dapat pasangan. Aku udah bikin penelitian loch kalau cinta itu tumbuh bukan dari kondisi fisik kita. Tetapi tergantung bagaimana kita memberi perhatian kepada orang yang kita sayangi. Jika orang yang kita cintai tidak juga menerima kita, janganlupa soal jodoh sudah ada yang mengatur yaitu Allah. Jadi, kita nggak perlu risau soal jodoh. Yakinlah…
Kesimpulan : Jangan terlalu berfikir keras soal jodoh, ntar gigi cepat rontok dan hasilnya justru semakin memperkeruh keadaan.

Huft….akhirnya selesai juga. Ups, baru inget 2 hari belum gosok gigi. Yuks kita gosok gigi biar gigi kita tetap kinclong n ngecling setiap saat.

6 komentar:

  1. bagus bro tulisannya, tapi kok warna warni gitu ya?. oh ya, gigi ane juga nongol nih, hehehehe.semangat!!!

    BalasHapus
  2. Thanx bro uda baca, warna warninya lain kesempatan tak ganti dech biar tambah enak bacanya..
    Meski nongol tapi sexy, khaan... Semangat, cling*

    BalasHapus
  3. Gigi ane juga nongol.. sangat super tidak PD, apalagi yg berjiwa perfeksionis macem ane, ane jadi ng-drop duluan sbelum beraksi, apalagi raut muka ane yg super serius, keliatan makin garang diliat orang, mau senyum tapi keinget duluan ama yang namanya gigi.. kasian yang berjiwa mellow, dan bernyali kecil.. siksaan lahir batin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. justru harus semangat bro buat kamu yang berjiwa perfeksionis. Apapu yang terjadi kamu harus tetap sempurna kan...jadi jangan malu unjuk gigi. Semangat....!!!!

      Hapus
  4. SKR JGN MERASA MALU DAN MINDER BAGI YANG MEMILIKI GIGI TONGGOS SEBAB MAS KIKI DENGAN IZIN ALLAH BISA MELAYANI TEMAN YG MEMILIKI GIGI TONGGOS DENGAN CARA TRADISI KIKIR GIGI DAN POTONG GIGI TUJUAN PENGOBATAN GIGI TONGGOS TEMAN YG MINAT KIKIR GIGI SILAKAN KONSUTASI KE MAS KIKI DI WWW.POTONGGIGI.BLOGSPOT.COM HP.085270561973 BAGI TEMAN YG BERKONSULTASI YANG DI LAYANI. SALAM MAS KIKI BUAT YG BERGIGI TONGGOS.

    BalasHapus
  5. yang ada hanya sedih dan marah, terasa kesepian.
    punya hal semacam ini memang tidak mudah, sayapun takut jika berada di tempat yang banyak orang, saya memilih tidak terlihat dan dianggap tidak ada dengan begitu saya merasa sedikit tenang
    thanks for share

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friends