Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

Benarkah Kecanduan Internet Bikin Susah Jodoh?


Wow, judulnya terlalu memvonis, meskipun belum tentu akurat kebenarannya. So, menurut kalian? Dipikir-pikir ada benernya juga sih, dikit (hehe membela) tentu saja dengan beberapa alasan sesuai situasi dan kondisi. Pada kenyataannya, sudah banyak para maniak internet yang sudah berkeluarga atau mendapatkan jodoh. Malah, bisa jadi kita justru mendapatkan jodoh dari internet (jodoh emang nggak kemana, dari mana-mana bisa). Misalnya dari layanan kontak jodoh online, atau yang lebih populer adalah lewat jejaring sosial semacam facebook. Hayoo... ketahuan kan yang sering cari-cari mangsa di fb.,,hehehe. Bagi yang memiliki pemikiran bahwa orang yang betah berlama-lama dengan internet bakal susah jodoh, kemungkinan ini penyebabnya..

1. Introvert
Artinya, kita terlalu tertutup di dunia nyata. Kita enggan bercerita mengenai diri kita sendiri kepada orang lain. Kita merasa terganggu jika ada orang lain masuk ke dunia kita. Makanya kita merasa asing dan diasingkan. Ya jelas diasingkan, wong orang lain tidak mengenal kita. Makanya jalan pintas sekaligus paling pantas menurut kita adalah pergi ke dunia maya. Di dunia maya, kita bisa bebas berekspresi. Bisa jadi, di dunia maya kita justru menjadi artis yang memiliki banyak teman, kan? Namun, pada kenyataannya dunia nyata adalah tempat nyata yang harus kita hadapi. Meskipun kita memiliki banyak teman cowok atau cewek di jejaring sosial, tapi kalau kita tidak bisa bergaul di alam nyata, jangankan jodoh, temanpun nggak bakal punya. Tapi perlu ingat juga, bahwa jodoh itu ada campur tangan Tuhan. Tenang saja...

2. Tidak PD menjadi diri sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari kita merasa tidak percaya diri dengan penampilan fisik kita, penampilan kita dalam bergaul, dan penampilan mengekspresikan diri kita sendiri. Merasa kurang menarik, tidak bisa mengungkapkan ide dalam bergaul yang pada akhirnya kita menjadi obyek yang pendiam, atau bahkan merasa aneh sendiri jika kita ingin melakukan sesuatu. Bisa dibilang tipe pemalu-lah. Tentu saja itu semua menjadi pembatas ruang gerak kita. Terus? Dunia maya-lah eksekusinya. Di dunia maya kan kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan. Wajah pas-pasan di pas-pasin biar kayak artis Rizqi Aditya. Kalau dunia maya yang menjadi obyek pelarian, kapan kita akan berinteraksi secara real dengan masyarakat? Gimana mau dapat jodoh, teman saja nggak punya. Tapi inget bro jodoh sudah diatur Tuhan, asal kita tetap menjalankan ritual doa dan usaha.

3. Tak memiliki aktivitas paten
Menganggur, atau tidak memiliki pekerjaan yang tidak menentu bisa jadi kita merasa jenuh harus berdiam diri di rumah. Masa-masa susah dan hidup sendiri seperti ini yang mungkin mengharuskan kita untuk mengunjungi halaman demi halaman web. Mengapa harus halaman web yang menjadi teman kita? Mengapa tidak share and care dengan teman-teman disekitar kita? Orang yang bertipe introvert dan pemalu tidak mungkin menjadikan teman sebagai guard disaat kita dilanda kesusahan, lebih cenderung menyimpan dalam hati atau mengeluh kepada teman-teman di dunia maya yang hanya bisa kasih support. Lagi-lagi dunia maya dirasa lebih penting daripada dunia nyata.

Hmm...bisa jadi kan? Tapi saya yakin  100% nggak semua yang kecanduan internet itu susah dapat jodoh. Semuanya tergantung pribadi kita dan campur tangan Tuhan (hehehe...sedikit terhibur kalau ada kata campur tangan Tuhan). Seandainya kita masuk 3 poin tadi kemungkinan si iya ada benarnya, tapi meskipun ada tapi nggak semuanya kan? Sekali lagi tergantung pada pegangan niat, doa dan usaha kita. Atau justru kebalikannya malah, karena susah jodoh makanya larinya ke internet. Berarti, susah dapet jodohnya karena ada alasan lain, bukan karena soal internet? Hayoo...siapa yang belum nikah alias belum dapat jodoh??? :p

Selasa, 10 Januari 2012

Langkah Nyata Yang Mampu Menumbuhkan Kebanggaan Nasional

Pak Jokowi dan Kiat Esemka
Saat ini mobil Kiat Esemka sedang hangat-hangatnya dibahas di media. Memang sih, kemunculannya sangat diterima masyarakat terlebih sejak Pak Joko Widodo, walikota Solo, memutuskan mobil Kiat Esemka dijadikan sebagai mobil dinasnya. Langkah Jokowi memang menjadi cemeti bagi pemerintah untuk segera merealisasikan mimpi bangsa Indonesia untuk memiliki mobil lokal. Dan sejak itu, mobil ini pun menjadi sebuah tren dengan banyaknya pesanan yang datang dari para pejabat pemerintah pusat, pemerintah daerah, anggota DPR, dan serta para pengusaha. Nantinya, masyarakat umum juga diharapkan dapat menikmati mobil yang digarap tangan-tangan anak bangsa ini. Wah, makin banyak pesanan mesti lebih meningkatkan kerja keras lagi. Gimanapun juga kualitas barang tetap harus diperhatikan untuk tetap menarik perhatian masyarakat. Buktikan kalau mesin mobil Esemka bukan mesin abal-abal tetapi mesin tangguh kelas dunia. Jangan sampai kalau sudah diproduksi masal justru kualitasnya menurun. Ini bukan industri makanan yang bisa dikurangi atau ditambahi bahan-bahannya, dan asal laku saja. Tentu saja dengan bantuan pemerintah apapun bentuknya, mobil Esemka ini nantinya diharapkan menjadi momentum berdirinya industri otomotif nasional. Tentunya tidak hanya mobil Kiat Esemka saja. Sebenarnya sudah banyak mobil-mobil yang telah diprogramkan bahkan sudah jadi baik dari SMK sendiri, badan-badan Negara maupun swasta. Di sini peran media juga sangat penting untuk membantu popularitas mobil hasil kreasi anak bangsa ini. Ternyata belum banyak yang tahu juga kan, bahwa selama ini anak-anak SMK di seluruh Nusantara mempunyai misi yang serupa. Sejak Kiat Esemka muncul ke permukaan, satu per satu teknologi hasil dari tangan siswa SMK pun bermunculan di media, dan masyarakat pun semakin banyak yang tahu ternyata ada 'great something' yang pantas untuk dibanggakan di negeri kita yang tengah kacau ini. Setidaknya, akan sedikit memotivasi kita untuk tetap memiliki rasa dan sikap nasionalisme kita yang saat ini cenderung menurun atas ketidakpercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Sama halnya saat pesta sea games yang baru saja berlalu. Lihatlah bagaimana masyarakat sangat antusias dan mendukung habis-habisan untuk meraih kemenangan. Kondisi seperti itulah yang kini dibutuhkan bangsa kita tercinta. Rakyat bersatu mendukung langkah nyata demi kebanggaan bangsa. Namun, sepertinya even-even itu hanya menjadi sebuah intermezo atau sekedar hiburan di tengah-tengah ketegangan politik dalam negeri yang tentu saja berimbas ke segala aspek. Setelah acara selesai, masyarakat kembali berkutat dengan stres berkepanjangan yang diakibatkan banyak orang di pemerintahan yang menyalahi manajemen pemerintahan ini.
Jadi, intinya, masyarakat saat ini lebih membutuhkan langkah nyata. Rakyat sudah lebih dulu bergerak mengambil langkah nyata seperti yang dilakukan siswa-siswa SMK itu, atau seperti atlet-atlet kita di sea game kemarin, atau langkah Pak Jokowi memberikan teladan pemimpin yang bijaksana. Lalu yang di pusat bagaimana kabarnya? Masih sibuk promosi ikan Salmon dan ikan Teri? Bukan berarti menuduh pemimpin-pemimpin yang lain tidak bekerja dengan baik lho ya. Mereka sudah bekerja. Namun, kembali lagi masyarakatlah yang menilai. Pemimpin itu bekerja untuk rakyat banyak. Berhasil tidaknya pemimpin adalah rakyat yang menilai. Kalau mayoritas rakyat sudah puas dengan gaya kepemimpinan seoarang pimpinan berarti itulah pemimpin yang sejati. Jika banyak masyarakat yang tidak puas dengan kinerja pemimpin berarti masih banyak yang harus dibenahi. Buktikan dong! Dan itulah yang terjadi saat ini di negara kita tercinta ini. Semua seakan berjalan lambat, tidak gesit, tidak tegas dalam menangani masalah-masalah nasional. Ini justru semakin menjatuhkan wibawa sebuah bangsa. Huft...

Kamis, 15 September 2011

Hakikat Penciptaan Manusia dari Segi Penampilan

Hai Saudaraku.... Banyak manusia merasa bangga memiliki wajah yang tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. Dia merasa kehebatan-kehebatan itu adalah milik dirinya dan ia bangga di hadapan manusia. Hai Saudaraku..... Apakah kita punya andil dalam menentukan jumlah mata kita? Letak hidung kita? Apakah manusia ikut andil dalam membentuk wajah kita? Kita semua terlalu GR dengan tubuh kita, padahal setitikpun kita tidak punya andil didalamnya. INGAT kita hanya TERIMA JADI dari ALLAH. Renungkanlah Saudaraku.... Bahwa hidung mancung dan wajahmu yang cantik itu sama sekali belum merupakan tanda bahwa Allah memuliakanmu. Demikian pula mereka yang tidak cantik. Itu bukan pertanda bahwa Allah menghinakan mereka. Semua itu adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa di antara hamba-Nya yang paling baik dalam mensyukuri nikmat-Nya, serta paling takwa dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini. Karena itu ingatlah selalu bahwa semua itu semata- mata adalah milik-Nya, dan kita sedikitpun tidak memiliki apa-apa, kecuali sekedar TITIPAN. Wajah yang menarik tidaklah semata mata merupakan nikmat akan tetapi juga penyulut api fitnah. Renungkanlah Saudaraku.... Siapa dengan kecantikannya itu akan menjerumuskan dirinya atau orang lain ke dalam dosa maka kecantikannya itu tiada lain adalah MUSIBAH dan siapa dengan kecantikannya itu meraih ridho Allah maka kecantikannya itu adalah suatu nikmat yang besar.
Sumber : Wafda el'Wafa Danoe dengan sedikit editan dari naskah aslinya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friends